Archive Pages Design$type=blogging

TAWADHU' ADALAH PERHIASAN SEORANG MUKMIN

Tawadhu' (Rendah hati) adalah sikap yang paling manis bila diterapkan dalam kehidupan. Sikap ini menunjukan kalau kita adalah pribadi yang baik, ramah, dan jauh dari kesombongan. Tidak menonjolkan diri lebih baik, lebih kaya dan lebih dari orang-orang lain.
Orang yang tidak tawadhu' dengan selalu meninggikan dirinya seolah sempurna tanpa kekurangan. Dan Lawan dari sifat tawadhu’ adalah takabbur (sombong), sifat yang sangat dibenci Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah mendefinisikan sombong dengan sabdanya:
“Kesombongan adalah menolak kebenaran dan menganggap remeh orang lain.” (HR. Muslim no. 91)
orang sombong selalu dihindari dan bahkan tidak jarang juga dibenci karena sifatnya yang keras serta menyebalkan.

Untuk menerapkan sikap rendah hati tentu bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika kita memiliki suatu kelebihan, tentu ada rasa bangga yang ingin sekali kita tunjukan. Orang yang rendah hati (Tawadhu') tetap berusaha untuk seminimal mungkin untuk pamer, mereka lebih menahan diri, menyamakan posisinya seperti orang lain. Mereka tak merasa lebih kaya, lebih pintar, dan lebih baik dari orang lain. Oleh karena itu banyak sekali orang menyukai pribadi rendah hati karena bisa menjadi pendengar yang baik.
Dalam pembahasan masalah akhlak tawadhu', kita selalu terkait dan bersandar kepada firman Allah subhanahu wa ta’ala:
“Sungguh telah ada bagi kalian pada diri Rasul teladan yang baik.” (Al-Ahzab: 21)
Dalam hal ini banyak ayat yang memerintahkan kepada beliau untuk tawadhu’, tentu juga perintah tersebut untuk umatnya dalam rangka meneladani beliau. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu yaitu orang-orang yang beriman.” (Asy-Syu’ara: 215).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku agar kalian merendahkan diri sehingga seseorang tidak menyombongkan diri atas yang lain dan tidak berbuat zhalim atas yang lain.” (HR Muslim no. 2588).
Demikianlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan kepada kita bahwa tawadhu’ itu sebagai sebab tersebarnya persatuan dan persamaan derajat, keadilan dan kebaikan di tengah-tengah manusia sebagaimana sifat sombong akan melahirkan keangkuhan yang mengakibatkan memperlakukan orang lain dengan kesombongan. Dan sudah menjadi janji Allah orang-orang yang bersikap tawadhu' pasti akan selalu ditinggikan derajatnya.

"semoga kita bisa menggunakan pakaian tawadhu' sebagai perhiasan hidup kita sehari-hari"

COMMENTS

Name

artikel Fiqih kategori 1 profil Sejarah
false
ltr
item
Pondok Pesantren Anwarut Taufiq: TAWADHU' ADALAH PERHIASAN SEORANG MUKMIN
TAWADHU' ADALAH PERHIASAN SEORANG MUKMIN
https://2.bp.blogspot.com/-ay6wISCo-YM/VsGVxt7XBcI/AAAAAAAABWA/6DSNyJVeNb4/s320/Jangan%2BSombong.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-ay6wISCo-YM/VsGVxt7XBcI/AAAAAAAABWA/6DSNyJVeNb4/s72-c/Jangan%2BSombong.jpg
Pondok Pesantren Anwarut Taufiq
http://www.anwaruttaufiq.com/2016/02/tawadhu-adalah-perhiasan-seorang-mukmin.html
http://www.anwaruttaufiq.com/
http://www.anwaruttaufiq.com/
http://www.anwaruttaufiq.com/2016/02/tawadhu-adalah-perhiasan-seorang-mukmin.html
true
3872576872173101298
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago