Archive Pages Design$type=blogging

Wasiat Habib Umar Bin Hafidz Untuk Ahlul Bait Keturunan Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husin Ra.




Bagaimana sebenarnya para leluhur kita mensyukuri dan membalas nikmat sebuah anugerah nasab dan pertalian darah dengan Rasulullah Saw?dan bagaimana perlakuan mereka terhadap Allah Swt?

apakah ada orang yang menyimpang dari jalan leluhur kita lalu mereka merasa memiliki kemuliaan?ingatlah dahulu Imam Muhammad Albagir berkata kepada anaknya Imam Jakfar Asshodiq,wahai anakku sungguh ilmu itu indah,namun akan lebih indah lagi jika ilmu itu di miliki aku dan engkau.dan sesungguhnya ke bodohan itu kotor dan menjijikkan,namun lebih kotor lagi jika kebodohan itu di miliki aku dan engkau.

kita menyukuri anugerah pertalian darah itu dengan meneladani ahlak para leluhur alawiyyin dan berjalan di jalan mereka.peneladanan itu atas dasar ilmu bukan atas dasar bid'ah.semangat mereka di tunjukkan dengan budi pekerti untuk mendapat kemuliaan di sisi Allah Swt.wajah mereka malu kepada Allah.dan jalan mereka selalu di jalan Al Qur'an.bagaimana seseorang yang mengaku ahlul bait keturunan Nabi Saw tapi dia memboikot Al Qur'an?dan seharusnya dia malu.sungguh ahlul bait sejak Sayyidina Ali krw hingga para imam guru guru kita semua berjalanan seiring dengan Al Qur an.

jika seseorang ingin mengikuti Ahlul Bait Nabi maka sesungguhnya mereka itu tidak pernah menyelisihi Al Qur an.aneh bagi mereka yang mengaku mengikuti Ahlul Bait namun perlakuannya bertolak belakang,mereka tidak shalat berjamaah,kaum wanitanya membuka auratnya,lalu bersolek dan memakai perhiasannya di depan lelaki yang bukan muhrimnya.ini bukan ajaran Rasulullah Saw.

tidak di ragukan kalian semua yang ada di sini ingin berjumpa dengan para salaf pendahulu kita namun bagaimana mungkin jika kalian membuka pintu kalian untuk di masuki orang orang yang merusak moral dari anak,isteri dan keluarga kita.

sebagai contoh MINIMAL jika kita mengadakan pesta pernikahan,perayaan,jangan sampai terjadi hal hal yang menyimpang dari ke biasaan para pendahulu kita mereka mengatur dalam perayaan,untuk tidak melanggar syariat namun juga tidak menghilangkan ke senangan dan ketentraman hati.ada zafin,ada qasidah yang indah dengan alat alat yang di halalkan.diatur untuk perempuan sendiri,untuk laki laki sendiri.ucapan dan gerakan dalam perayaan/pesta yang mereka adakan semua sopan,baik dan mengandung hikmah,tidak ada yang kotor dan jorok yang meniru orang orang kristen maupun yahudi.

namun saat ini orang orang yang jauh dari Allah Swt menawarkan dagangan mereka (nyanyian,joged,musik,syair yang menyimpang)kepada kita,justru kita sambut.di dalam pesta pernikahan dan pesta perayaan lainnya, kita mencampur laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya,mempertontonkan aurat dan syahwat.cobalah kalian timbang?apakah benar hal hal tersebut sesuai syariat Nabi Muhammad Saw?? hal hal yang tercela ini sungguh tidak sesuai ajaran ahli bait.

apakah kalian tidak pernah membayangkan betapa sedihnya Nabi Muhammad Saw melihat bahwa ke maksiatan itu di lakukan oleh cucunya sendiri??

didikan para salaf kita tampak hingga saat perayaan dan pesta pernikahan yang mereka adakan.dahulu penghulu kita Al Imam Habib Abdul Qodir bin Ahmad Assegaf mengadakan perayaan pernikahan putra beliau(kebetulan putranya hadir saat itu di Solo)beliau mengundang orang orang sholeh untuk mengambil berkah,lalu memainkan qasidah yang mengingatkan akan Allah dan Rasulullah dengan alat musik yang halal seperti rebana,suling atau marawis.Habib Abdul Qodir tetap bersikukuh untuk menerapkan adat salaf saat pernikahan putranya di tengah tengah peringatan dan ancaman gangguan dari kaum komunis.beliau kuat dalam ke yakinan beliau dan tidak surut dalam melestarikan ajaran para salaf pendahulu ahlul bait.

wahai saudaraku,kekasihku,ambilah perkara ini dengan teguh.renungilah yang akan kusampaikan ini.bahwa Allah Rabbul Alamin,pemilik Arsy,mewajibkan kaum mukminin untuk cinta kepada kalian karena kalian adalah ahlul bait dengan nash yang ada di dalam Al Qur an.Allah Swt juga mensyariatkan untuk bershalawat kepada kalian,keluarga Rasulullah.Allah Swt memberi anugerah agung ini kepada kita,lantas kita malah membuka pintu dan mempesilahkan adat istiadat orang kafir untuk masuk ke dalam rumah kita sendiri?kenalilah kadar kemuliaan dan ke istimewaan yang Allah berikan kepada kita ahlul bait.maka perbaguslah sikap kita ke pada Allah Swt dalam mensyukuri kenikmatan besar ini.majelis kita ini pasti akan di sampaikan kepada Nabi Muhammad dan ibunda kita Sayyidah Fatimah Al Batul.dan laporan sikap dan ucapan kita pasti sampai kepada mereka dan di baca oleh mereka.

maukah kalian menggembirakan hati dan perasaan mereka berdua?dan maukah kalian menjadi penghibur mata mereka?semuanya itu di landasi dengan niat yang tulus dan sungguh sungguh dari kita untuk meneladani mereka dan mengikuti jalan hidup mereka.

marilah kita jadikan acara acara pernikahan dan pesta perayaan yang kita lakukan terhubung dengan mereka dan mengingatkan tentang ke agungan mereka.jangan tertipu dengan orang fasik yang membaguskan sesuatu di depan kita namun mereka sejatinya itu sama sekali tidak bagus.bukankah hal hal yang bagus dan baik itu yang di mata Allah dan Rasulullah adalah bagus dan baik?dan semua kebaikan terkumpul pada Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husin.

Ingatlah ketika Nabi Muhammad Saw berkata kepada Sayyidina Anas ra,"wahai Anas ketahuilah bahwa aku,dan kedua putraku(Hasan dan Husin yang saat itu bermain di atas pangkuan Nabi)dan ibunda mereka,dan orang yang lagi tidur itu(Sayyidina Ali krw)besok di dalam Surga berada di tempat yang sama.bukankah kita juga ingin sekali mendekat dengan mereka.bagaimanakah caranya wahai kekasihku,wahai para saudaraku.kalian adalah yang paling berhak dengan nasihat ini dan menerima ke baikan ini di bandingkan dengan orang lain di muka bumi ini.yang paling menggembirakanku adalah melihat kalian mengikuti jalan leluhurku,para salaf ahlul bait terdahulu di dalam meneladani Nabi Muhammad Saw.


(Habib Umar bin Hafidz lalu menutup dengan doa Robbi fanfa'na bi barkatihim...hingga selesai,3x )

COMMENTS

Name

artikel Fiqih kategori 1 profil Sejarah
false
ltr
item
Pondok Pesantren Anwarut Taufiq: Wasiat Habib Umar Bin Hafidz Untuk Ahlul Bait Keturunan Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husin Ra.
Wasiat Habib Umar Bin Hafidz Untuk Ahlul Bait Keturunan Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husin Ra.
https://3.bp.blogspot.com/-f0tUQ9VsqUc/VyaCleoi31I/AAAAAAAABYo/um8eLFBudr8qf6BfFnrZ0Np18qRGQjUbQCLcB/s1600/13103378_281575292174838_6927020275791420876_n.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-f0tUQ9VsqUc/VyaCleoi31I/AAAAAAAABYo/um8eLFBudr8qf6BfFnrZ0Np18qRGQjUbQCLcB/s72-c/13103378_281575292174838_6927020275791420876_n.jpg
Pondok Pesantren Anwarut Taufiq
http://www.anwaruttaufiq.com/2016/05/wasiat-habib-umar-bin-hafidz-untuk.html
http://www.anwaruttaufiq.com/
http://www.anwaruttaufiq.com/
http://www.anwaruttaufiq.com/2016/05/wasiat-habib-umar-bin-hafidz-untuk.html
true
3872576872173101298
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago